Bismillahirrakhmaanirrokhiim………

Buat ikhwan yang ta’ pernah kutatap wajahnya,
Bahkan ta’ pernah ku tau sesungguhnya dirinya,
Hanya beberapa hari yang lalu sempat kudengar suaranya,
Kukenali dia lewat suatu sarana (Handphone), ya…hanya lewat itu…
awalnya ta’ kuhiraukan…..
tapi ta’ mampu kuingkari ada setitik rindu yang hadir,
sempat aku bertanya ” akankah rindu ini untuknya ya Allah? sebenarnya dy siapa? akupun ta’ mengenalnya? “, setelah selama ini kututup hati dari siapa saja (ikhwan), bahkan untuk sebagai seorang temanpun aku ragu menerimanya.

Ta’ pernah kumerasa seperti ini, merindukan se2orang yang ta’ pernah kutemui, yang ta’ pernah kutau siapa dan dimana dirinya, bagaimana dy dan seperti apakah dia, tapi dy lain, dy bisa menggugah hatiku yang tertidur, membuka mataku yang tertutup, hingga aku bisa mendengarnya melihatnya walau hanya dalam bayang2ku saja,…
Mungkin kehadirannya memang dalam dunia maya, karena sekalipun ta’ pernah kutemui raganya,
Sejujurnya aku bahagia dy ada, dy mampu membuat aku tertawa dan sedikit melupakan hatiku yang sedang tiada, yang melayang tanpa arah entah kemana….
aku juga ta’ pernah tau akankah dy merasakan hal yang sama atau malah sangat jauh berbeda, hanya Allah yang tau…aku ikhlas apapun yang dy rasakan, walau ta’ sama aku rela melepasnya, Semua Allah yang menghendaki, hanya Dialah yang memegang kendali kehidupan manusia di dunia ini, yang teramat semu dan fana ini. Dan jikalaupun akhirnya aku mencintainya itu hanya karena Allah semata.

Badaipun datang setelah keputusan kuterima dari “M.H” (kakaknya) yang melarangku untuk menghubungi dy, hatiku seakan ta’ terima, jiwaku kacau saat itu juga, dadaku sakit mendengarnya, bahkan berat untuk kumenghela nafas,
saat itu hanya ada mata yang redup,pandangan yang kosong,ta’ mampu kutepis kesedihanku,dan cairan bening perlahan menetes membasahi wajah sedihku, aku kecewa, sangat kecewa…,Ya Allah kuatkan Hatiku…!!
Ku tanyakan pada “M.H”, kenapa dy melakukannya?kenapa dy beri aku keputusan seperti ini? ta’ ada jawaban darinya…,
hatiku semakin kacau, akupun ta’ ada semangat untuk melakukan segala sesuatu, bahkan untuk bangun sahur aku malas sekali, badanku rasanya cape’ aku seperti kehilangan setengah tenagaku,…
banyak tanya berpacu di jiwa, tapi sayang semua tiada jawabannya, bahkan Allah mungkin enggan untuk menjawabnya,…
sejak keputusan itu hariku tiada pernah tenang, aku ta’ mampu terlepas dari semuanya, tentang dy dan keputusan “M.H”
Kumohon ketenangan pada yang kuasa, kuminta kekuatan padaNya, kuminta petunjuk, jalan terbaik dariNya….
Tiap sujudku penuh air mata, jiwa yang ta’ tenang penuh tanya, bergejolak bagai gelombang di samudra, nafsu makanku hilang, rasanya lidah dan perutku ta’ bisa menerimanya, tapi untuk menghargai orang tua kucoba walau hanya sedikit saja,…
tetap kucoba tersenyum didepan semuanya , seperti biasa mereka mengenalku sebagai orang yang punya semangat walau ta’ banyak bicara.
Sungguh ta’ pernah kusangka semua akan kuterima, karena sungguh ta’ sanggup aku menolak keputusan “M.H” dengan resiko yang mungkin aku lebih ngga bisa menerimanya, akan sangat sakit aku menjalaninya….
Ta’ sedikitpun kudapat izin dari “M.H”, bahkan untuk bertemanpun aku ngga bisa,…
padahal Kehadirannya mampu sedikit membuka pintu hatiku yang kian lama tertutup, yang kurapatkan hingga tiada satu orangpun yang mampu membukanya,… tapi dy bisa walau ta’ sepenuhnya…
Ya Allah…akankah Engkau tiada memberiku kesempatan untuk melihatnya?lebih mengenali dirinya?agar dunia maya antara Qta menjadi suatu kenyataan yang bahagia….
Akupun sempat bertanya “akankah aku ngga baik untuknya? akankah aku membawa keburukan dalam hidupnya?aknkah aku bukan seorang wanita yang baik?dan akankah aku bukan hamba yang patuh pada yang Esa?” dy hanya menjawab ” semua manusia tiada yang buruk, kebaikan dan kepatuhan itu tergantung dari diri kita magaimana cara menyikapinya”, aku hanya bisa menghela nafas membaca jawaban itu. aku salut sama dy, rasanya dy begitu ikhlas menerima keadaan ini, dy pasrahkan semua kepada yang diatas, walau hati Qta sama2 tidak tenang, tapi dy lebih bisa menerimanya, dy begitu percaya bahwa apa yang diberikan padanya adalah sesuatu yang terbaik buat dy, dan keputusan itu yang terbaik untuk Qta.
aku kian putus asa, rasanya aku ingin berhenti merasakan apapun. sempat kuungkapkan suatu hal yang seharusnya ta’ pernah kuucapkan
“jika detak jantungku berhenti,nafas ta’ berhembus lagi, darah berhenti mengalir dalam raga ini, matapun tertutup dan nyawapun pergi, mungkin itu lebih baik untukku saat ini” astaghfirullah…rasanya aku tlah benar2 putus asa dan kehilangan jalan Allah….
Sekarang aku hanya bisa berpasrah dan menyerahkan semuanya pada Allah, walau hatiku belum tenang masih berselimut gundah dan kegelisahan, tapi apa daya seorang manusia yang tiada kekuatan dan kuasa untuk merubah takdirNya…,

Seandainya ta’ mampu kutemukan dy disisi dunya ini, semoga aku bisa menemukannya di akhirat kelak…,
jika bukan aku, aku ingin dy bahagia dan menemukan satu sosok wanita yang terbaik untuk mendampingi hidupnya selamanya, insya Allah Ikhlas, semoga Allah meridhoi disetiap langkahnya…

Advertisements