assalamu’alaikum

buat ikhwan yang ta’ pernah kutemui
maafkan atas apa yang kurasa saat ini
aku ta’ ingin buat pean tersiksa, aku ingin pean bahagia, aku ta’ ingin buat pean bimbang dan merasa berada dalam posisi yang serba salah, lebih baik aku yang mundur, insya 4JJI kurelakan semua terhenti sampai disini.
Demi 4JJI yang Maha Besar, yang maha Tinggi, Yang Maha Adil lagi maha Bijaksana…
Yang berhak Memutuskan dan menyatukan, memberi dan mengambil, dan yang berhak atas segalanya yang ada dialam dan dimanapun,…
Kuserahkan segalanya, ikhlas kujalani hidup atas kehendak-Nya…
Harapan terbesarku hanyalah bertemu dengan sang pencipta, Puncak kebahagiaanku berada disisi-Nya…

Aku hidup untuk mencari Ridho-Nya, Semua yang kupunya hanyalah pinjaman dari-Nya, yang harus kujaga dengan sepenuh jiwa, setiap yang hadir adalah titpan dari-Nya yang harus kupelihara dan kujaga hatinya, namun ada saatnya aku melepasnya, jika dengan semua itu adalah jalan terbaik untuk kita semua, walau terkadang aku merasa berat dan kesulitan, namun kucoba kembalikan pada-Nya, karena semua milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya….
Begitu juga dengan pean….
pean hanyalah seorang ikhwan dalam duniaku yang maya
yang mampu menembus dinding hatiku dan mengacaukannya
memberi aku kerinduan, kecemasan, kegelisahan, keresahan, kegundahan, bahkan air mata yang sempat tiap malam kuteteskan karenamu, karena harus kehilanganmu, menjauh darimu, menghentikan yang telah sejenak terjalin.
Andai ini yang 4JJI kehendaki buat Qta, aku ikhlas demi Ridho-Nya…
aku punya sesuatu buat pean, maaf juga ta’ bisa ku ungkap semua, kuterima juga andai perbedaan rasa itu ada dari hati pean….

Bismillaahirrakhmaanirrakhiim….

Hanya suaramu yang kukenali
Sepanjang deret waktu yang menghampiri
Ada rindu yang hadir dalam sepi
Walau engkau seorang ikhwan yang ta’ pernah kutemui

Dalam detik yang berlalu
Kucoba sedikit temukan dirimu
Meskipun redup dalam pandang mataku
tetap kucoba melukis sketsa wajahmu

Masih enggan kukatakan ini cinta
Walau rindu kian menyayat jiwa
Kegelisahan seolah merantai setiap langkah raga
Mengoyak ketenangan hati yang bertahta

Masih kutahan pintu tu’ terbuka
Hanya berusaha untuk menjaga kehancuran jiwa
Karena ta’ sanggup kuucap engkau penggantinya
yang telah lama pergi dan menutup pintu hati ini

Biar kulayangkan mata hingga menembus angkasa
Kucoba bertanya akan hadirmu yang maya
namun mampu membuatku meneteskan air mata
Saat ta’ ada restu antara Qta…,

Yang terhalang oleh dinding raksasa
Diantara Qtapun ta’ kan ada yang mampu meluluhkannya
Karena Qta saling percaya padanya
Bahwa keputusannya adalah yang terbaik untuk Qta untuk ta’ saling bicara

Advertisements