Kau adalah secercah cahaya mentari dipagiku
Namun sinarmu bukan ada untukku
Kau adalah tetesan embun dipagiku
Namun jernihnya bukan hadir untukku

Cintamu dulu masih rapi tersimpan di sudut hati
Meski kini sayang itu sudah ta’ utuh lagi
Cintamu dulu menuang segala harapan di jiwaku
Meski kini rIndu itu telah terbagi dalam waktuku

Kau tetap yang terIndah yang pernah ada
Yang terbaik yang pernah aku punya
Kau tetap Ikhwan ke-3 yang aku cInta
Yang pernah memberikan aku selimut bahagia

Cintamu dulu tetap melekat pada dinding hatiku
Walau kini harus jadi senjata yang siap membunuhku
Cintamu dulu tetap singgah diperaduan jiwaku
Walau kini harus terbalut luka dan air mata kehilanganmu

Advertisements