sama sekali ta’ kuagungkan kehadiran umat-Mu
ta’ kuartikan pula untuk hatiku yang masih terasa beku
aku butuh penglihatan-Mu untuk menuntunku
aku butuh tangan-Mu untuk menopangku

dia begitu samar hingga ta’ dapat aku membacanya
cahaya itu masih terlalu redup untuk meneranginya
dalam maya di situlah dia berada
Tempat dimana awal aku mengenalnya

sungguh ragu untuk kukepakkan lagi sayapku
yang berulang kali tlah patah hinga ku terjatuh
terpuruk dan tersudut memandang harapan
yang terlunta-lunta di tengah perjalanan

masa silam itu masih mengikat jiwaku
walau kini mampu kulihat sosok dalam dunia mayaku
meski ta’ ada keyakinan untuk menetapkan hatiku
tapi aku ingin belajar mencintainya seperti yang lalu

Advertisements