berlalu dan akan selalu berlalu
ta’ akan pernah kembali seperti dulu
seperti mimpi” di hatiku
kenangan” yang telah terlukis dulu

terjadi saat hati terjatuh
rapuh dalam sepi dan gersangnya jiwaku
beberapa tahun yang lalu
kau hadir mengisi hariku

sebuah senyuman yang manis
sebuah tawa yang menggelikan telingaku
menumbuhkan rIndu untuk slalu bersamamu
menghapus pilu yang tiap waktu hadir untuk mengganggu

lembutnya tutur katamu
damainya setiap nasehat”mu
yang kau bisikkan lirih ditelingaku
perlahan merasuk halus di jiwaku

membekas . . .
ta’ kan pernah terhapus
semuanya bukan tinta di atas kertas
dan bukan ukiran di atas benda keras yang bisa kau hancurkan
hingga musnah tanpa jejak
seperti kayu yang terbakar menyisakan abu
di tabur dalam lautan yang bergelombang
menghilang sudah tiada terlihat

bukan . . .
bukan itu kasih
cIntamu dulu adalah rangkaian udara yang akan slalu kubutuhkan
nyawa yang membuat aku tetap bertahan
ada dan tiadanya kamu di sini menyanding ragaku
kau tetap penghuni relung jiwaku yang paling dalam

Advertisements