aku pernah mencintaimu
hingga nafasku kini
dan kau tau
aku pernah sungguh merindumu
hingga denyut nadiku kini
dan kau tau
aku pernah sungguh tidak ingin kehilanganmu
hingga detak jantungku kini
dan kau tau
di tiap aliran darah yang memompa jantungku
asaku adalah menapaki dunia- akhirat-Nya bersamamu
dan kau tau

di baris waktu yang mengiringiku
mengekal dongeng sesal dan air mata
bahagia dan derita senyum dan kemurunganku
menjadi peta yang kuberi tanda
di mana aku pernah berada
dalam tatapan matamu
dalam lengkung senyumanmu
ikut hidup di dalam waktumu
seutuhnya cinta
setulus do’a
di gelincir mimpi – mimpi
mengembun dalam kabut pagi
terbubuh namamu
terbubuh semua tentangmu
dalam tiang masalalu–ingatanku

Advertisements