Sabtu malam ketika mata ini mulai terpejam dan aku terlelap dalam tidur.
Dibuai mimpi yang melelahkan karena terasa nyata padahal hanya bunga mimpi malam itu saja.

Malam itu. . .
Pertengkaran dan perdebatan hebat terjadi di sebuah tempat entah dimana
Luas sekali hanya saja redup karena hanya dihiasi lampu pijar berwarna orange.
Yang tak bisa menerangi setiap sudut tempat itu.

Saling beradu argument mempertahankan keyakinan hati masing”
Aku dan wanita itu saling menatap tajam.
Seorang laki” [orang yang tercinta] diseberang sana hanya diam,
Tidak lama kemudian dia menghampiriku yang sedang duduk dan tertunduk.
Dia menghapus air mataku, menatapku dengan lembut
Berusaha meyakinkan aku bahwa dia lebih memilihku.
Bahkan dia sempat mengecup pipi dan keningku.

Jilbab merah marun menutup dikepalaku malam itu, mengibas-ngibas karena tertiup angin.
Dia mengajak ku berjalan ke sebuah wartel, ditengah perjalanan seorang teman wanitaku menyapa dan menggodai kami. Hehe hanya ku balas dengan senyum tipis untuknya 🙂

Sesampai di tempat tujuan.
Dia menekan bebrapa angka dan mulai menelfon seseorang, wanita . . .
Aku marah aku benci . . .
Aku pun berlari sekuat tenagaku meninggalkan dia bersama tangis.
Belum jauh aku berlalu
Masya allah gempa itu datang mengoyak bumi tempat kami berpijak.
Sungguh DASYAT . . .

Saat tersadar aku sudah berada diantara orang” [korban gempa]yang tak kukenal,
Lalu dimana mereka ??
Ayah ibu dan adik” ku, dia ? dimana dia ?
Sekuat tenagaku yang tersisa saat itu aku mencari mereka.
Aku berlari kesana kemari bertanya pada orang yang satu ke yang lainnya.
Satupun dari mereka tidak ada yang tau 😦

Aku mulai lelah
Kakiku terasa lemas.uft
Aku trus berjalan dan akhirnya kutemui keluargaku mereka berkumpul hanya aku yang terpisah. Kenapa ??
Entahlah . . .

Tinggal dia yang belum bisa kutemukan. Dimana dia ? bagaimana keadaannya ?
Cemas, gelisah, takut, sedih semua bercampur menjadi 1 di hatiku.
Aku tetap berlari dengan sisa” tenagaku bahkan aku berteriak memanggil namanya.
Sepi . ..
Tiada jawaban
Aku tertunduk sejenak
Tanya itu tetap berpacu “dimana dia” bersama air mataku aku terus mencari terus memanggil.
Lama sekali aku mencari aku berlari sering sekali aku berteriak tapi kenapa malam itu terasa begitu panjang seolah tidak ada pagi untuk menggantikannya.
Atau mungkin memang tidak ada pagi akan terus dan tetap menjadi malam, GELAP.

Hingga adzan shubuh itu membuka mataku.
Aku terbangun dengan tubuh kaku, kaki dan tanganku terasa lelah sekali.
Saat itu yang ku ingat hanya dia dan wanita wanita itu [yang berdebat denganku dan yang dihubungi orang tercintaku].
Tanpa sadar aku menyebut 1 nama “FARACH”. Siapa dia ? seperti apa wajahnya ? hanya nama itu yang ku ingat jelas. Nama yang membuat aku marah dan meninggalkan dia.

MENYESAL . . .:’(
Kenapa dia kutinggalkan di tempat itu sendirian,
Dan hingga tersadar aku tidak bisa menemukan dia setelah gempa itu redam
Suaranyapun tak kudengar, Ya allah dimana dia bagaimana dia ?

Mungkinkah dia masih baik” saja,
ingin sekali kupastikan keadaannya tapi bisa apa aku ?? 😥

Masihkah mungkin aku bisa menemuinya
Atau . . .
Tidak sama sekali
Apa arti mimpiku yang seolah nyata tidak seperti mimpi
Sungguh terasa NYATA 😦

Berikanlah kami semua yang TERBAIK menurut-Mu amin ya Rabb.

Advertisements