aku sudah berjanji untuk setia
tapi hatiku masih sering kali berpihak padamu.
jika engkau mendekat terasa sesak di dadaku
sempit,
seolah tiada ruang untuk bernafas lagi.
keputusanmu yang membuat aku mengucap janji itu.
seandainya saja aku lebih bisa mengartikan yang kau ucapkan terakhir kali. mungkin aku masih punya sedikit kesempatan untuk menyatukan separuh nyawa yang pernah kau bawa dulu.

dia dan ketulusan hatinya membuat hatiku ta’ mampu untuk tidak memperdulikannya.
membuat mataku terbuka untuk tetap melihatnya.
membuatku enggan untuk kembali meninggalkannya.

sayangnya sekarang..
aku hanya bisa menikmati penyesalan.
dan air mata ini tidak begitu saja kubiarkan hilang.
sia-sia hanya untuk rasa cinta.
meski sesal meronta di jiwa

bukan maksud hati ingin engkau pergi.
sesungguhnya ta’ rela kau berada jauh di sana.
tapi kehadiranmu membuatku lumpuh dan semakin tenggelam dalam kenangan masa silam.

tidak sedetik kita lalui waktu bersama.
tidak sejenak pula kita tidak saling bicara.
andai kau masih bisa untuk di sini
aku akan merasa cukup berarti.

hm..
tapi sudah ada dia yang selalu membuatkutertawa.
menutup semua wajah pilu dan kecewa ini.
aku ta’ingin menjadi duri yang bisa menyakitinya.
atau bahkan membuat dia terluka.

kakak..
aku akan selalu merindukanmu
mencintai dan menyayangimu selalu
tapi itu semua biar menjadi penghuni relung hatiku
tidak perlu kau miliki dalam hidupmu
biar jadi teman untuk rapuhnya jiwaku.
dia akan membawaku.
menuntunku dan membimbingku.
seperti layaknya dirimu dulu.
insya allah 😉 :((

Advertisements